Setelah Satu Langkah (Judgement Day)

Akhirnya kembali menulis 🙂 *diingetin adik sudah dari Juni nggak nulis hyaaaaa*

Image

Adik. Bahkan Epo nggak Bisa Ngebedain dari Sudut Ini.
Sumber : Dok. Pribadi (2013)

Hampir 3 bulan penuh pertanyaan yang saya dengar cuma satu. Kapan sidang?

Awalnya habis denger pertanyaan itu, sebel juga sih. Tapi saya nggak suka melayani pemikiran yang negatif. Jadi saya pikir kalau ada yang tanya kayak begitu lagi, anggap saja mereka pengen wisuda bareng saya. Hahahahaha. *nyatanya enggak juga sih*

Sekarang judgement day sudah lewat satu minggu *saatnya mengerjakan revisi dan jurnal ilmiah*. Yeaaayyy!!

Sempat ditanya, “Gimana rasanya beres sidang, Ras?”

Hmm, rasanya? Kalau sewajarnya ya lega, lega akhirnya nggak dihantui lagi sama nulis dan bikin presentasian *trust me, it was really a hard time for me*. Yang paling pentiiiinggg, akhirnya saya bisa gogoleran nggak mikirin apa-apa tanpa merasa bersalah. Hurraaayyy!!

Image

Jadwal Sidang 29 November 2013
Sumber : Dok.Pribadi (2013)

 

Sidang tesis saya seminggu yang lalu, kenyataannya berjalan satu setengah jam, yang rasanya bagaikan hanya setengah jam. Harusnya saya lega karena bisa melaluinya dengan lancar. Harusnya. Tapi saya merasa ngambang *bagaikan daun di atas genangan air hujan gitu*, ngambang karena nggak merasa ‘dibantai’ *bukannya saya pengen juga dibantai, dosen-dosen saya kan baik hati 🙂 *, ngambang karena rasanya saya belum melakukan apa-apa.

Padahal, sebelum sidang, rasanya beraaaatttt banget. Selama mengerjakan tesis ini, saya sesekali mengalami:

1) Muak baca tulisan Bahasa Inggris sampai pengen muntah *seriously*. Bukan karena nggak bisa baca tulisan berbahasa Inggris itu tapi entah ya Bahasa Inggris yang dipakai kata-katanya terlalu diplomatis, terlalu manis, terlalu kental *kalau bisa digambarkan dengan kata-kata tersebut*. Hal-hal yang sungguh tidak saya sukai dalam hidup ini. *Hoeeekk*

2) Antara tangan, lidah dan otak nggak sinkron. Pernah nggak kalian ngalamin, mau ngomong sesuatu tapi otak udah berpikir jauuuuhhh ke depan sampai kata-kata yang dilontarkan sama lidah tuh belibet? Itu yang saya alami. Dan ternyata nggak cuma saya. Bu dosen yang kemarin baru menyelesaikan program doktornya juga bilang begitu. Apakah ini gara-gara kuliah? Sungguh misteri.

3) Otak berhenti sama sekali pas perlu ngetik dan baca jurnal. Blas! Berhenti. Mata boleh menelan kata-kata yang ada di layar atau kertas, otak kembali menangkisnya bagaikan sedang bermain tenis.

4) Saat tidur malam, mata tertutup, otak berpikir, bangun tidur bagaikan zombie dan hari menjadi semakin pendek. Masih perlu dijelasin?

Image

Coret-coret Malam Sebelum Sidang
Sumber : Dok.Pribadi (2013)

Been there, done that.

Jadi apa yang saya peroleh setelah sidang?

Sempat ada mahasiswa bertanya, “Kak, apa sih gunanya kita meneliti?”
Tertegun. Saat itu nggak bisa jawab dengan sederhana. Lupa juga apa yang saya ucapkan.

Tapi saya merasa lucu. Gelar memang belum tersemat. Apakah saya menjadi lebih pintar? Tidak, rasanya. Apakah saya menjadi lebih bersinar? Tidak. Apakah saya menjadi lebih baik dari orang lain? Definitely not. Bukankah itu semua yang biasanya diharapkan dari meraih pencapaian hidup yang lebih tinggi? Bagi saya tidak.

Mengerjakan tesis melatih saya menjadi lebih sabar. Mengajari saya bersikap saat menghadapi orang-orang yang hebat. Mengajak saya menikmati proses yang menyenangkan. Anehnya menjadi sedikit rindu dengan motivasi mengerjakan tesis *aaww*

Cukup. Melalui sidang saya punya tanggung jawab lain. Saya punya kewajiban yang harus ditunaikan. Dan tentu kebijaksanaan yang seharusnya lebih besar.

Pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih untuk :

1. Tuhan. Yang sudah selalu bersedia memberikan saya kekuatan dan keyakinan selama proses ini.

2. Tentu saja Mama Papa yang selalu berdoa untuk anak-anaknya yang bandel dan minus kelakuannya. We love youuuu :-*

3. Dosbing I, Pak Andar *yang mirip aktor Korea*. Yang sudah sangat sabar dan selalu tersenyum kalau saya datang mendadak buat ngasih draft atau bimbingan.

4. Dosbing II, Pak Bagus *yang bakal ambil Program Doktor bareng saya, jadikah Pak?*. Yang sudah sangat baik sekali dan ramah kalau ketemu saya di koridor Prodi Interior *tempat saya ngasdos* sambil kadang ngetawain saya yang lagi stress. Hahahaha.

5. Bapak kaprodi, Pak Andri. Yang sudah rela meluangkan waktu untuk membredel tulisan saya dan dengan sabarnya membimbing saya untuk menjalani proses dengan sabar dan baik.

6. Bapak penguji, Pak Widi. Yang selalu menyebut saya sebagai orang Thailand, yang entah kenapa kalau beliau yang bilang begitu saya jadi senang. Hahahaha.

7. Dosen-dosen baik di Interior (Pak Pribadi, Pak Tendy, Bu Donna), di DKV (Mas Guntur), di Produk (Pak Martinus), bahkan sampai ke Teknik Geologi (Pak Nuki) yang sudah mewarnai hari-hari tesis ini dengan pembicaraan berbagai topik. Even just hello word from them is enough for making my day 🙂 *bahkan sampai yang secara nggak langsung saya merasa lagi disidang*

8. Temen-temen asdos. Have nothing to say more than you guys are like another family member to me *group hug*

9. Semua pegawai TU FSRD mulai dari Interior (Pak Narno & Bu Yanti) yang suka saya ajak curhat pagi-pagi dan suka ngasih cemilan plus Pak Ade yang setia bikinin saya teh manis panas dan nungguin kalau saya pulang sore, Produk (Pak Hanan & mas yang rajin banget pagi-pagi udah dateng) yang selalu kasih senyumnya tiap saya datang nyari Pak Andar, S2 (Bu Nani!) ibuuuuu ibu baik sekaliiii, yang nggak pernah bosen ngasih saya informasi even saya nanya berjuta-juta kali, bahkan ngeprintin syarat wisudaan padahal saya nggak mintaaa huhuhu..

10. Aci dan Inggit. Well, Kiss!

11. Epo!

Image

Epo Lagi Serius
Sumber : Dok. Pribadi (2013)

Image

Ditungguin Makhluk-makhluk ini Sehabis Sidang
Sumber : Dok. Pribadi (2013)

12. Arief, Nicko dan Fitrah. Cahaya kecilkuuuuu ^^

13. Temen-temenkuuuu. Angga, Ninda, Manda, Mumuh, Miya, Anti, Hanum, Ija, Tom, dkk. :3

Last but not least. My bestbestbestfriend forever. Nike Trisha Sarwoko. Yang sama-sama ngejalanin magister dalam waktu yang hampir sama pula. Congrats for you too. Muuach!

Have a good day, fellas!!

Advertisements

One thought on “Setelah Satu Langkah (Judgement Day)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s