It’s My Love at The First Sight Story

It’s about my love story.

Kalau boleh, saya bisa bilang pacar saya yang sekarang, Epo, adalah cinta pandangan pertama saya yang pertama.
Beda loh ya sama cinta pertama.

Yes. He is my first love at the first sight.

Nggak pandangan pertama banget sih. Karena baru sadar ada dia mungkin setelah pertemuan kedua.

Pertemuan pertama sih dia yang tau, katanya waktu itu saya senior yang ditugaskan menjadi instruktur capoeira *Unit kegiatan mahasiswa yang pernah saya ikuti* di kelompoknya dia.

Image

Saya pernah jadi Capoeirista :3

Yang saya ingat, pertemuan kedua saat terjadinya pandangan pertama itu, waktu kita main ke air terjun *lupa namanya* bareng temen-temen unit. Waktu itu dia lagi diobral, dia sendiri yang bilang, “Aku lagi free and cheap”, lagi gratis dan murahan. Murahan karena dia minta foto bareng terus sama cewek-cewek. Hahahaha.
Termasuk saya.

Image

Foto bersama Free and Cheap Guy
Sumber : Facebook Rizky Grahita

Waktu itu sebenernya dia begitu kelihatan kayak anak kecil, berisik, pecicilan. But I fell for him that day. And I think I’m crazy for having that feeling. Saya lalu berpikir besok-besok kalau ketemu dia lagi pasti itu cuma perasaan sementara.
Tapi ternyata….

Besok-besoknya kita ketemu *sering amat ketemu* tapi juga lupa dalam rangka apa. HPnya hilang katanya. Dan udah beli HP baru murah. Okey, langsung dapet nomor HPnya *agresif banget sih*.

Terus saya lupa deh urutannya.
Sering kita ketemu pagi-pagi gerimis, siang pas makan siang, sore pas hujan-hujan.

Mendekat kali pertama adalah waktu dia masih ikut unit musik. Pas dia mau tampil di aula barat ITB, sebelumnya dia nraktir saya pisang ijo. Hahahaha. Dan dia maksa, saya harus terima ditraktir. Dasar kau!

Satu kali pas latihan unit, ada junior saya yang lain bilang, “Yuk kita godain si Epo”. Seharian itu sementara Epo latihan buat pentas, si junior saya yang lain ini pura-pura bisik-bisik ke saya, deket-deket *inget kaya gitu saya pengen ketawa*. “Tuh dia pasti cemburu”, kata junior itu. Dan lucu juga ya, saya nggak pernah bilang kalau saya tertarik sama Epo, kenapa semua orang bisa tau sih? *misteri*

Image

Epo yang Tidur di Kamar Ramara
Sumber : Facebooknya siapa deh ya, lupa

Terus 14 Februari 2009.
Hari itu saya dan Epo kabur dari latihan *sambil pamit sama senior juga* aneh. Kami pergi ke BIP karena ada temen kostannya lagi pameran foto disana. Lucu deh, atmosfernya terasa aneh tapi saya suka. Dan pulangnya dia bilang mau bertemu sama kecengannya malam itu buat ngasih coklat *hell yeah*.

Iya, saat itu dia punya gebetan, saya juga. Gebetan dia satu unit sama kami. Gebetan saya? Anak Parkour jurusan Sipil. Hahahaha.

Perjalanan pulang malam Valentine’s day itu, jantung saya berdegup lebih keras, bawaannya ngelamun terus di samping jendela *serius*. Mikirin, pasti Epo udah nyatain nih sama cewek itu. Terima kasih Po, kamu sukses bikin tidur saya nggak nyenyak lagi.

Besoknya, kami bertemu, hati ini berusaha menyiapkan kalimat apa yang harus saya ucapkan? Selamat? Atau apa? Tapi Epo bilang, dia nggak jadi menyatakan cintanya sama kecengannya itu. Kenapa? Sampai sekarang saya sendiri nggak tau. Ohya, pas pulang
kemarin harinya itu dia juga kasih saya coklat, katanya waktu itu “Khusus dibeli buat kakak” :”)

Habis itu giliran saya yang mendekatkan diri pada si anak Sipil kecengan saya itu. Malam itu ada Ganesha Music Event. Saya janjian sama dia. Dan surprise, Epo juga tampil disitu. Hahahaha. Waktu itu saya ditemani Rani Kriwil, junior saya yang lucu dan baik hati.

Image

Bersama Rani Kriwil :3

Ternyata si anak Sipil nggak muncul sampai saat saya mau pulang. Tapi saya ingat betul, jalan bertiga, saya, Epo dan Rani menyusuri jalan gelap di kampus. Kali karena gelap, ada yang menggenggam tangan saya. Dan itu bukan Rani. Saya cuma bisa tertunduk, berdebar.

Sebelum tidur malam itu, si anak Sipil SMS *masih jaman loh itu SMS* bilang bahwa dia baru aja beres dari lab nya dan ngajak ketemu. It’s too late, my heart was stolen right in front of your eyes, Sipil!

Habis itu hari-hari menikmati gerimis pagi-pagi, hujan sore-sore saya dan Epo bisa menikmati lagi, berdua menyusuri jalan di kampus. FYI, jaman-jaman status palsu di FB masih booming tuh. Saya juga meminta Epo mengubah statusnya seolah kami sedang in relationship. Hahahaha.Dan pagi itu, kering dingin berkabut.

Image

Pagi Berkabut di ITB

Terjadilah percakapan ini :
Epo : Kak, aku mau bilang sesuatu *muka tegang*
Saya : Bilang aja *padahal deg-degan juga, merasa kalau dia bakal minta putus*
Epo : Aku mau bilang, kita putus aja yah
Saya : *tuhkaaannn* …
Epo : Aku mau putus aja dari status palsu kita, terus kita jadian beneran gitu…
Saya : *tersenyum lebaaarrrr, jalan dipercepat, ninggalin dia*

Setelah menemukan tempat duduk.
Saya : yakin kamu?
Epo : Ya nggak tau kak. Jadi gimana?
Saya : Aku jawab satu minggu lagi ya, pas pentas opera ganesha *berjalan ninggalin dia karena saya ada kelas*

Finalnya, hari dimana kita beres pentas Opera Ganesha untuk Dies Emas ITB, pas jalan pulang.

Image

Suasana Habis Pentas Opera Ganesha
Why did I wearing mask??

Epo : Jadi gimana?
Saya : Apanya?
Epo : Itu looohhh
Saya : Ooh. Coba kamu ulang lagi pertanyaannya *sumpah saya jahat banget!*
Epo : Iya mau nggak jadian beneran sama aku?
Saya : Hmm, yaudah kita jalani aja yah

Udah disuruh nunggu seminggu, dijawabnya nggak jelas pula.
Sebenernya kita jadian nggak sih?
Waduh…

Tapi kami berdua sudah tau sama tau bahwa kami saling menyayangi dan mencintai *sounds cheesy but I couldn’t find any words that fit it* hampir lima tahun. Dan apa yang sudah kami lalui, kami tau apapun yang terjadi rasanya kami tidak ingin berpisah *I’m sure you have no idea what we’ve been through*

Image

See Us There?
Hari Pertama Habis Pentas Opera Ganesha

Image

My Graduation. His smile is like :3

Image

His Graduation. April 2013.
We’re in Violet!

Image

Liburan di Ujung Genteng 😀

Image

Jalan kaki dari Braga sampai Buah Batu

Image

Ngangkot!

Image

Di sela dia ngerjain TA

Image

Di sela dia ngerjain proyek

Image

Braga Festival 2012

Image

ITB Open House

Image

Happy 4th Anniversary !

Image

Hikayat Negeri Air w/ Sahabat Kota

Image

TSM seminggu sebelum sidang tesis

Image

Ciwalk. Gantinya Photobox. Hihihi

 

Kayak kata sahabat baik saya, “It’s all about chemistry. Mungkin kita bisa menemukan yang lebih baik dari pasangan kita secara fisik dan materi lainnya, tapi cuma dia, orang yang bisa membuat kita menunjukkan sisi kita yang sebenarnya bahkan yang paling buruk”.

Image

Sahabat Saya si Founder LaCi
Sumber : Facebooknya Dira?

Dedicated for my boyfriend for almost this five years,

Epo Prasetya Kusumah.

Image

He held my hand while sleeping in Angkot
Sumber : Dok. Pribadi 2013

 

With love,

Mutiara Ayu Larasati
15 Desember 2013.

 

NB :

One day he sent me this pict

Image

Hahahaha..
Yes I do want this too
Sumber : 9gag

Setelah Satu Langkah (Judgement Day)

Akhirnya kembali menulis 🙂 *diingetin adik sudah dari Juni nggak nulis hyaaaaa*

Image

Adik. Bahkan Epo nggak Bisa Ngebedain dari Sudut Ini.
Sumber : Dok. Pribadi (2013)

Hampir 3 bulan penuh pertanyaan yang saya dengar cuma satu. Kapan sidang?

Awalnya habis denger pertanyaan itu, sebel juga sih. Tapi saya nggak suka melayani pemikiran yang negatif. Jadi saya pikir kalau ada yang tanya kayak begitu lagi, anggap saja mereka pengen wisuda bareng saya. Hahahahaha. *nyatanya enggak juga sih*

Sekarang judgement day sudah lewat satu minggu *saatnya mengerjakan revisi dan jurnal ilmiah*. Yeaaayyy!!

Sempat ditanya, “Gimana rasanya beres sidang, Ras?”

Hmm, rasanya? Kalau sewajarnya ya lega, lega akhirnya nggak dihantui lagi sama nulis dan bikin presentasian *trust me, it was really a hard time for me*. Yang paling pentiiiinggg, akhirnya saya bisa gogoleran nggak mikirin apa-apa tanpa merasa bersalah. Hurraaayyy!!

Image

Jadwal Sidang 29 November 2013
Sumber : Dok.Pribadi (2013)

 

Sidang tesis saya seminggu yang lalu, kenyataannya berjalan satu setengah jam, yang rasanya bagaikan hanya setengah jam. Harusnya saya lega karena bisa melaluinya dengan lancar. Harusnya. Tapi saya merasa ngambang *bagaikan daun di atas genangan air hujan gitu*, ngambang karena nggak merasa ‘dibantai’ *bukannya saya pengen juga dibantai, dosen-dosen saya kan baik hati 🙂 *, ngambang karena rasanya saya belum melakukan apa-apa.

Padahal, sebelum sidang, rasanya beraaaatttt banget. Selama mengerjakan tesis ini, saya sesekali mengalami:

1) Muak baca tulisan Bahasa Inggris sampai pengen muntah *seriously*. Bukan karena nggak bisa baca tulisan berbahasa Inggris itu tapi entah ya Bahasa Inggris yang dipakai kata-katanya terlalu diplomatis, terlalu manis, terlalu kental *kalau bisa digambarkan dengan kata-kata tersebut*. Hal-hal yang sungguh tidak saya sukai dalam hidup ini. *Hoeeekk*

2) Antara tangan, lidah dan otak nggak sinkron. Pernah nggak kalian ngalamin, mau ngomong sesuatu tapi otak udah berpikir jauuuuhhh ke depan sampai kata-kata yang dilontarkan sama lidah tuh belibet? Itu yang saya alami. Dan ternyata nggak cuma saya. Bu dosen yang kemarin baru menyelesaikan program doktornya juga bilang begitu. Apakah ini gara-gara kuliah? Sungguh misteri.

3) Otak berhenti sama sekali pas perlu ngetik dan baca jurnal. Blas! Berhenti. Mata boleh menelan kata-kata yang ada di layar atau kertas, otak kembali menangkisnya bagaikan sedang bermain tenis.

4) Saat tidur malam, mata tertutup, otak berpikir, bangun tidur bagaikan zombie dan hari menjadi semakin pendek. Masih perlu dijelasin?

Image

Coret-coret Malam Sebelum Sidang
Sumber : Dok.Pribadi (2013)

Been there, done that.

Jadi apa yang saya peroleh setelah sidang?

Sempat ada mahasiswa bertanya, “Kak, apa sih gunanya kita meneliti?”
Tertegun. Saat itu nggak bisa jawab dengan sederhana. Lupa juga apa yang saya ucapkan.

Tapi saya merasa lucu. Gelar memang belum tersemat. Apakah saya menjadi lebih pintar? Tidak, rasanya. Apakah saya menjadi lebih bersinar? Tidak. Apakah saya menjadi lebih baik dari orang lain? Definitely not. Bukankah itu semua yang biasanya diharapkan dari meraih pencapaian hidup yang lebih tinggi? Bagi saya tidak.

Mengerjakan tesis melatih saya menjadi lebih sabar. Mengajari saya bersikap saat menghadapi orang-orang yang hebat. Mengajak saya menikmati proses yang menyenangkan. Anehnya menjadi sedikit rindu dengan motivasi mengerjakan tesis *aaww*

Cukup. Melalui sidang saya punya tanggung jawab lain. Saya punya kewajiban yang harus ditunaikan. Dan tentu kebijaksanaan yang seharusnya lebih besar.

Pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih untuk :

1. Tuhan. Yang sudah selalu bersedia memberikan saya kekuatan dan keyakinan selama proses ini.

2. Tentu saja Mama Papa yang selalu berdoa untuk anak-anaknya yang bandel dan minus kelakuannya. We love youuuu :-*

3. Dosbing I, Pak Andar *yang mirip aktor Korea*. Yang sudah sangat sabar dan selalu tersenyum kalau saya datang mendadak buat ngasih draft atau bimbingan.

4. Dosbing II, Pak Bagus *yang bakal ambil Program Doktor bareng saya, jadikah Pak?*. Yang sudah sangat baik sekali dan ramah kalau ketemu saya di koridor Prodi Interior *tempat saya ngasdos* sambil kadang ngetawain saya yang lagi stress. Hahahaha.

5. Bapak kaprodi, Pak Andri. Yang sudah rela meluangkan waktu untuk membredel tulisan saya dan dengan sabarnya membimbing saya untuk menjalani proses dengan sabar dan baik.

6. Bapak penguji, Pak Widi. Yang selalu menyebut saya sebagai orang Thailand, yang entah kenapa kalau beliau yang bilang begitu saya jadi senang. Hahahaha.

7. Dosen-dosen baik di Interior (Pak Pribadi, Pak Tendy, Bu Donna), di DKV (Mas Guntur), di Produk (Pak Martinus), bahkan sampai ke Teknik Geologi (Pak Nuki) yang sudah mewarnai hari-hari tesis ini dengan pembicaraan berbagai topik. Even just hello word from them is enough for making my day 🙂 *bahkan sampai yang secara nggak langsung saya merasa lagi disidang*

8. Temen-temen asdos. Have nothing to say more than you guys are like another family member to me *group hug*

9. Semua pegawai TU FSRD mulai dari Interior (Pak Narno & Bu Yanti) yang suka saya ajak curhat pagi-pagi dan suka ngasih cemilan plus Pak Ade yang setia bikinin saya teh manis panas dan nungguin kalau saya pulang sore, Produk (Pak Hanan & mas yang rajin banget pagi-pagi udah dateng) yang selalu kasih senyumnya tiap saya datang nyari Pak Andar, S2 (Bu Nani!) ibuuuuu ibu baik sekaliiii, yang nggak pernah bosen ngasih saya informasi even saya nanya berjuta-juta kali, bahkan ngeprintin syarat wisudaan padahal saya nggak mintaaa huhuhu..

10. Aci dan Inggit. Well, Kiss!

11. Epo!

Image

Epo Lagi Serius
Sumber : Dok. Pribadi (2013)

Image

Ditungguin Makhluk-makhluk ini Sehabis Sidang
Sumber : Dok. Pribadi (2013)

12. Arief, Nicko dan Fitrah. Cahaya kecilkuuuuu ^^

13. Temen-temenkuuuu. Angga, Ninda, Manda, Mumuh, Miya, Anti, Hanum, Ija, Tom, dkk. :3

Last but not least. My bestbestbestfriend forever. Nike Trisha Sarwoko. Yang sama-sama ngejalanin magister dalam waktu yang hampir sama pula. Congrats for you too. Muuach!

Have a good day, fellas!!