Pernyataan Mahasiswa

sumber : dok.pribadi

sumber : dok.pribadi

 

Baru-baru ini ada mahasiswa yang “nyatain” ke saya di dalam kelas di tengah ujian.

Lucu sebenarnya, karena sedang ujian, dan dia “nyatain” dengan suara lantang, jadi kelas sempat hening dan perlahan-lahan terdengar komentar dari peserta ujian,
“Adeeeuhhhhh!”. Saya nggak tahu harus ngapain, karena geli sendiri.

Jadi ceritanya saya sempat menjadi dosen asisten di mata kuliah dimana mahasiswa isi kelas mata kuliah tersebut memang istimewa *bukan chibi-chibi ya*. Anak-anaknya
dicap luar biasa malas dan nakal. Saya tidak tahu apa-apa tentang menangani kasus yang seperti ini. Tapi saya jalani saja, karena diminta ikut menangani kelas ini.

Perlahan-lahan yang saya tahu, masing-masing dari mereka punya latar belakang yang berbeda sehingga terdampar ke kelas itu. Latar belakang yang dalam artian, mereka
malas bukan karena pada dasarnya mereka tidak suka kuliah itu. Mereka merasa rendah diri tapi mereka tidak sadar. Saya tidak menganggap mereka bodoh.Saya anggap saja
mereka sebagai adik. FYI, saya punya seorang adik yang baru masuk kuliah tahun 2012 lalu, tapi dia jauh di depok sana dan jadi jarang bertemu *kenapa jadi curhat?*

Rata-rata mereka beralasan, takut dan malu bertemu teman-teman di jurusan kami. Tapi saya juga melihat pola, mereka tidak tertarik untuk datang kuliah karena tidak ada
motivasi juga. Ini sih masalah pengendalian diri. Tidak saya pungkiri, saya juga dulu sering merasa tidak tertarik untuk datang kuliah, tapi saya tetap datang. Banyak
alasan yang saya buat sendiri, supaya bisa menyuruh diri saya sendiri untuk datang kuliah dan bukan sebaliknya.

Nah, semua itu ternyata berasal dari sendiri. Dan ketika saya harus jadi dosen asisten di mata kuliah yang pesertanya veteran semua itu, saya tahu ini bukan tempat
dimana saya harus memaksa mereka untuk datang. Karena mereka pasti tidak akan datang. Turuti saja apa kata mereka dan buat kesepakatan. Misalnya, si D tidak mau datang
ke kelas karena takut bertemu dosen utama. Maka saya beri dia solusi, dia boleh asistensi di luar kelas tapi dia harus rutin menyerahkan pekerjaannya pada saya, untuk
kemudian saya sampaikan pada dosen utama. Kesepakatan ini juga saya beritahukan pada dosen utama, dan beliau setuju.

Yah, walaupun hasilnya belum maksimal, tapi hasil kerja si D ini jauh lebih baik daripada sebelumnya. Dia pun jadi rajin ke kampus dan ramah menyapa saya, bahkan saya
kadang diajak curhat. Bagi saya itu kemajuan untuk dia. Walaupun lulusnya pun hanya dengan nilai yang minimal. Rasanya apalah arti nilai dibandingkan dengan kemajuan
dari kepribadian adik-adik mahasiswa di kelas istimewa itu.

Nah kembali ke mahasiswa yang “nyatain” ke saya. Saya kenal dia sebagai anak yang suka nawar. Hahahaha. Habis lulus dari kelas tempat saya jadi dosen asisten, dia
tidak lulus di kelas berikutnya. Masih bersama teman-temannya yang istimewa.

Makanya berangkat dari masalah itu, dengan tersenyum-senyum dia bilang sama saya, “Kak, saya nggak lulus lagi mata kuliah itu”.

Saya : Kok bisa? *sambil membagikan soal ujian*
Dia : Iya Kak, soalnya saya nggak ada progress
Saya : Kenapa bisa gitu? *sambil berjalan menjauh dari mejanya*
Dia : *cengengesan* Semester depan asistennya kakak yah
Saya : Bilang gih sama kaprodi *sambil bercanda sebenernya, berdiri dekat meja dosen sambil merapikan sisa soal*
Dia : *dari tempatnya duduk di ujung ruangan, teriak lantang* Pokoknya saya maunya sama Kakaaakkk!

*Hening. Hening. Beberapa ketawa sambil berkata, “Adeeeuhhhh!”*
*Untung dia nggak menyatakan cinta. Bisa gempar dunia persilatan. Lagipula dia sudah punya pacar, dan pacarnya itu adalah murid saya di bimbingan gambar dulu, lucu
banget pasangan ituuuu!! hahahahaha

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s