Punya Saudara Kembar

kita

 

-saking udah ketinggalan nulis 3 hari-

Tadi suster datang bawa obat untuk adik saya yang kepergok lagi buka youtube-an bukannya tidur. Hahahaha. Terus suster mengucapkan hal yang total udah empat kali saya denger selama nungguin si adik di Rumah Sakit.

Suster berkata, “Kembarannya ya?”

*saya senang riang hatiku gembira, si adik bermuram durja*

Kalau mama lagi di sini, pasti dia bakal ngejelasin kalau saya adalah si kakak yang terpaut enam tahun usia dari si adik, yang bakal membuat itu mulut pada membuka tercengang.

Pfffttt, ada senengnya ada enggaknya sebenernya kalau punya muka bayi begini. Seneng karena dianggap awet muda. Susah karena suka diremehin *macem remeh-remeh roti gitulah yang suka kita sapu pake tangan biar jatuh ke lantai dan tertiup angin* apalagi kalau udah berurusan sama proyekan. Nggak apa-apa. Ini buat bahan saya belajar hidup, dan semoga buat orang lain juga.

Tuhan kan tidak menciptakan sesuatu tanpa guna tho?

*kenapa jadi serius? karena sedari tadi masih kelaparan belom ada yang bawain makanan. MANJA! kode kali, siapa tau ada cowok ganteng kebetulan liat tulisan ini dan mau berbaik hati bawain sarapan ke RS Borromeus Bandung. NGAREP!

-mama dataaaaangggg, bawa sarapaannn!!! HORE!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s