Abu-abu

Nonton Mata Najwa, sebenernya nungguin stand up comedy, sambil ngecharge gadget.

Pffftt, ini persoalan TKI lagi dibahas, tentang mereka diperas di bandara. Disanggah melulu sama departemen itu. Emang yang namanya sanggahan itu suka bikin emosi, tapi saya sedang dalam proses belajar menghadapi masalah dengan kepala dingin. *nggak berlaku buat pacar sih hahahaha*

Malam ini masih kelepasan ngomentarin si bapak yang jadi narasumber di televisi itu. “Kenapa sih orang-orang dengan jabatan sudah di atas itu merasa nggak perlu melakukan ‘blusukan’ di lapangan tempat dia harusnya bertanggung jawab?” Tapi saya pikir-pikir lagi, saya tidak begitu mengerti, sistem seperti apa yang berlaku di dalam sana. Bisa jadi ternyata memang mereka tidak bertanggung jawab atas apapun yang terjadi pada kasus yang lagi dibahas sekarang ini. Saya juga nggak berpihak pada Mbak Najwa karena cara dia memotong pembicaraan *andaikan saya jadi si bapak itu* sangatlah menyinggung. Tapi itu khasnya Mbak Najwa dan saya salut karena dia walaupun cara bicaranya membuat panas suasana *dalam artian bersemangat* dia punya pengetahuan yang saya belum bisa saingi juga. Salut Mbak! *thumbs up*

Aahh, omong-omong hal yang kayak gini, tadi sesorean sama pacar dan sama partner labnya yang bernama Probo, sempat ada obrolan tentang politik di tempat yang dekat dengan kehidupan kita. Saya ingat apa yang dibilang papa, “Politik itu hanya alat. Dia tidak bersifat baik atau buruk. Yang menentukan dampaknya adalah yang menggunakan politik itu.”

Mau melawan pengkhianat *istilah yang saya pakai untuk penyebab masalah di semua sistem*, pakai cara yang mereka gunakan. Kalau mereka pakai politik A, kita pakai juga politik A, in a good way of course.

Ck, saya sebenarnya tertarik dengan obrolan mengenai politik semacam ini. Pernah juga terlintas untuk masuk ke sistem yang katanya kacau balau ini. Tapi saat kita mau memperbaiki sistem itu, adakah cara lain selain mempelajari sistem macam apa yang sedang berjalan ini? Sama kayak politik tadi.

Huft. Terlalu berat nih obrolan malam ini, nggak cocok sama saya yang lagi keringet dingin, deg-degan, gemeteran. Semua kesalahan saya timpakan pada nafsu ingin minum kopi tadi sore. Dem.

Ohya, satu lagi, kalau tulisan ini ada yang menyinggung, maafkan saya ya… *tidak diakhiri pembelaan apapun kali ini*

-Stand Up Comedy sudah mulai, bahasan mengenai wanita di mata pria, bahahahaha-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s