Bukan pertanyaan, udah pernyataan malah!

Ngelamun di sela ngerjain tesis itu tak terhindarkan banget loh, apalagi datang setoples keripik kentang yang sebulan lalu masih bertelor di kosan adik saya, ditemani whatsapp pacar yang lagi menuju laboratorium tempat dia kerja, plus gambar denah buat kuesioner tesis. Blank dan tau-tau pengen nulis.

 

Kejadian ini sedianya terjadi kemarin, di Posters Hotel, Bandung. Di resepsi nikahan anak temen bapak saya, di antara kerumunan bapak-bapak yang adalah temen papa saya, serta ibu-ibunya yang adalah istri mereka dan teman mama saya. Untung kemarin ada partner saya yang cantik yang kebetulan ibunya sekantor sama bapak saya, Inggit Nariswari. *sekalian promosi gapapa kali ya?* Kita sibuk ngunyah eskrim sama chicken cordon blue. *Cateringnya Utami, enak buangeeett* dan ibu-ibu, biasalaahh sibuk bersenda gurau. Setelah sejam lamanya saya, papa, mama di sana, kami putuskan untuk pulang sebelum hujan.

Di rumah, mama bercerita, “Tadi ibu B cerita. Bulan-bulan sebelum anaknya yang sulung itu nikah *nikahnya bulan kemarin*, dia bilang sama anaknya yang ketiga *yang notabene pernah jadi murid saya*. Katanya, dia khawatir liat anak sulungnya belom punya pacar, jadi minta ke murid kamu itu buat dijodohin sama kamu!”

*demi mendengar itu, saya ngakak, hampir guling-guling*

“Kalau tante H belum meninggal, dia juga pengen ngejodohin kamu sama anaknya yang sulung itu”

*ngakak lagi sampe sakit rahang*

Percayalah dua orang yang mau dijodohin sama saya itu prospek materi masa depannya bisa dibilang sangat bagus. Tahu kan perusahaan macam apa yang mempekerjakan mereka, yang biasa menaruh pekerjanya di Kalimantan, Sumatera atau Papua itu.

Tapi apa daya, si anak ketiga yang diminta ibunya menjodohkan kakaknya sama saya itu, tahu kalau saya punya pacar *yang lagi-lagi prospek materi… ah sudahlah, nanti saya dikira cuma mengejar materi, hahahaha*. Dan dia bilang sama ibunya, “Mbak Laras tuh udah punya pacar”. Saya membayangkan reaksi Ibu B yang terguncang dunia persilatannya. Hahahaha.

Dem! Mendengar gosip tentang diri sendiri kadang bikin jumawa yah, ternyata saya diinginkan jadi mantu ibu-ibu di kantor! ah sudah sudah, jangan diteruskan.

 

Nah, saya berterima kasih sama murid saya yang sudah membuat batal perjodohan yang hampir terjadi itu. Terus papa tanya, “Kalau waktu itu kamu beneran dilamar, kamu mau jawab apa?” *dari ngakak tiba-tiba jadi bengong*. Iya ya, mau jawab apa ya? Gak tau juga deh.

 

Yahh, di resepsi kemarin juga, terlepas dari pertanyaan “Kapan” yang bagi sebagian orang menakutkan, tapi bagi saya biasa saja, saya lebih banyak menerima pernyataan.

“Sehabis ini giliran Pak Ari yaaa (yang mantu)!”, kata banyak sekali orang di sana.

Papa : Amiiinnn

Mama : Amiiinnn

Saya : Amiiinn, doakan saja ya tante / oom! *ya masak gak diaminin, itu kan doa untuk ibadah, tho?

 

-ditemani serial Tom and Jerry, bau sisa hujan, sambil nunggu air mendidih untuk bikin cokelat panas-

 

Advertisements

One thought on “Bukan pertanyaan, udah pernyataan malah!

  1. cieeee laras, jadi menantu idaman nih yeeeeiiii…untung anak nyokap gw bukan cowo yaaa..jgn2 kl anaknya cowo mw dijodohin juga sama elu…. XD XD

    *sori nih komennya ga penting hahaha*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s